Tarakan kaya dengan obyek wisata sejarah Perang Dunia II, wisata alam hutan
Mangrove dan hutan llindung, wisata pantai yang sedang dikembangkan dan wisata
budaya.
KKMB
Pemerintah Kota saat ini sedang melakukan konservasi hutan Mangrove seluas
kurang lebih 23 hektar, yang dipadukan dengan pengembangan satwa Bekantan (Nasalislarvatus)
serta konservasi flora dan fauna lain secara alami. Dalam Kawasan Konservasi
Mangrove dan Bekantan (KKMB) tersebut jumlah Bekantan sudah mencapai 44 ekor, 14
ekor diantaranya lahir di kawasan konservasi ini (Macacafascicularis),
sedikitnya 15 spesies mangrove, berang-berang, biawak, 31 spesies burung, dan
berbagai jenis biota perairan seperti kepiting, udang dan ikan. Tarakan
merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki konservasi mangrove dan
bekantan yang berada di pusat kota.
Wisata Pantai Amal dan Laut
Pantai Amal Indah berada di sebelah timur Pulau Tarakan. Terumbu karang di
Pulau Derawan, Pulau Sangalaki dan Pulau Maratua di Kabupaten Berau (2 jam
ditempuh dengan speedboat dari Tarakan)
Wisata Hutan
Hutan Tarakan yang dikenal sebagai hutan rengas, mempunyai kekayaan flora dan
fauna yang menarik diantaranya Kantung Semar (Nepenthes), sedikitnya terdapat 5
spesies Kantung Semar yang tersebar di hutan Tarakan, Pohon Agathis (Agathis
Bornesies) yang berumur 200-an tahun di Hutan Lindung Kota Tarakan, TNKM – Taman
Nasional Kayan Mentarang (1 jam dengan pesawat Twin Otter dari Tarakan), wisata
udara “Virgin Forest”.
Wisata Tambang Minyak dan Gas di Tarakan : Rumah Drum, Pompa Angguk, Menara
Minyak, SPG (Stasiun Pengumpul Gas), Pelabuhan Minyak.
Wisata sejarah Perang Dunia II di Tarakan : Jembatan Besi, Bunker-bunker, Makam
/ Monumen Australia, Makam Jepang.
Wisata Budaya : Perayaan Adat Iraw Tengkayu yang dilaksanakan bersamaan dengan
Peringatan Hari Ulang Tahun Kota Tarakan pada bulan Desember, adat dan budaya
suku Tidung lainnya. |