IPM dipergunakan untuk mengukur keberhasilan atau kinerja suatu negara atau
daerah dalam bidang pembangunan manusia. Tingkat keberhasilan pembangunan
manusia suatu daerah tersebut dapat diukur oleh empat indeks komposit, yaitu
angka melek huruf penduduk dewasa, rata-rata lama sekolah dan ukuran pendapatan
yang sudah disesuaikan dengan varitas daya beli. IPM Kota Tarakan terus
meningkat dari 56 (1996), 62 (1999), 72,2 (2002), menjadi 73,7 (2004), dan di
tahun 2009 menjadi 74,8.
Peningkatan IPM 2002-2004 terutama hasil peningkatan rata-rata pengeluaran riil/kapita/bulan
dari Rp.598.300,- menjadi Rp.617.400,-. Sementara angka melek huruf dan
rata-rata lamanya sekolah mengalami penurunan masing-masing 98,9 dan 9,5 pada
tahun 2002 menjadi 97,8 dan 9,0 pada tahun 2004. Menurunnya kedua indeks
komposit ini sangat terkait dengan arus migrasi masyarakat berpendidikan rendah
ke Kota Tarakan yang juga menjadi penyebab meningkatnya angka kemiskinan. |