Tarakan, - Beberapa hari ini di televisi swasta terutama program berita kita melihat kejadian yang happening banget, yakni hebohnya anak Genk Motor Bandung diburu aparat kepolisian Polwiltabes Bandung.
Mereka diburu karena diduga telah menganiaya seorang pegawai bea cukai hingga tewas pertengahan bulan Oktober 2007. Dan saat ini telah ditangkap lima orang tersangka yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Mereka sedang diperiksa sejauh mana keterlibatan para bikers di Bandung dalam kasus kriminal yang menyebabkan hilangnya nyawa orang yang tak berdosa.
Bila kita melancong ke Kota Bandung pasti kita akan melihat beberapa gravity di tembok bangunan dari empat Gank Terbesar yang terkenal dikalangan anak muda, yakni XTC (Exalt to Coitus), Brigez (Brigade Seven), GBR (Grab On Road), dan Moonraker. Keempat gank ini adalah musuh bubuyutan (musuh turun temurun) dijalanan, bila mereka bertemu pasti chaos dan tawuran missal. namun yang paling panas adalah dua Genk Terbesar, XTC vs Brigez (keduanya mengklaim mempunyai anggota hingga ribuan anak muda). Bila mereka bertemu tak ayal Samurai, double stick, stick softball, sankur, rantai gear, bahkan senjata api menjadi alat yang sah untuk membantai musuhnya dijalanan.
Tak jarang berjatuhan korban luka parah, bahkan hingga hilangnya nyawa anggota genk tersebut dalam tawuran. Namun hanya 70% yang terekspos ke media, sisanya berhasil ditutupi hingga tidak terendus oleh wartawan dan aparat keamanan.
Pihak aparat dari Polwiltabes Bandung beberapa waktu lalu berhasil menemukan file berupa rekaman visual `ospek` anggota baru yang akan masuk salah satu dari genk terbesar tersebut, ternyata tayangan visualnya pasti akan membuat miris para orang tua yang menyaksikannya, karena lebih sadis dari `pelonco STPDN`. Dalam tayangan tersebut, para calon anggota ditelanjangi (maaf : hanya memakai celana dalam), kemudian dihajar para seniornya terus disuruh betumbuk (red, berkelahi) satu sama lain dengan tangan kosong. Rekaman ini ditanyangkan di Global TV hari Kamis (08/11) jam 17.00 Wite.
Ini dilakukan para senior dengan tujuan agar anggota genk yang baru lulus `Ospek` menjadi pemberani saat bertemu musuh dijalanan. Dan yang lebih gila lagi ditemukannya document tidak jelas asal usulnya dari genk mana, yang isinya : bunuh polisi – bantai musuh – jangan turuti orang tua. Sudah barang tentu hal ini bagi para orang tua membuat merinding bulu kuduk, karena `sangat sesat` doktrin genk motor yang bersangkutan.
Keganasan para Ali Topan (red, bikers) Kota Bandung mencuat pada awal Tahun 2000. Mereka seakan menjadi momok yang menakutkan bagi warga Bandung yang akan bepergian di malam hari, karena mereka biasanya akan konvoi dengan ratusan motor mencari keberadaan musuh bubuyutannya. Bahkan Bila tidak menemukan musuhnya mereka tak segan-segan menganiaya sesiapa yang mereka temukan dijalanan, mereka akan menggasak harta benda termasuk merampas kendaraan motor si korban. Sudah banyak warga bandung yang menjadi korban kebrutalan gangster Bandung.
Sebetulnya tidak hanya Empat Gank diatas yang ada di Bandung, masih ada nama – nama perkumpulan motor lainnya. Sebut nama Brotherhood (kumpulan motor classic seperti Norton, BSA, BMW), STRG, Patorados, STFR, Max Speed, Popeye, Stuff, Smurf, MMC, SOCB dan lain sebagainya. Tapi keberadaan mereka lebih santun dijalanan.
Sudah barang tentu keberingasan empat genk terbesar di kota kembang ini sangat mengecewakan para `gegedugnya` (red, pendirinya). Semasa saya menjadi element dari Moonraker dan XTC (tahun 1987 – 1999), hal – hal yang terjadi belakangan ini tidak pernah terjadi. Angkatan kami paling hanya kongkow di base camp, mengikuti kejuaraan Road Race, balap liar (taruhan tentunya), dan baksos.
Memang pada masa kami ada juga `ospek` untuk menjadi bagian dari perkumpulan motor tersebut, namun ospek yang dilakukan hanya menembus waktu standar yang ditentukan dalam jarak 3 km. bila gagal menembus waktu maka akan diberi kesempatan dua kali lagi dan bila gagal kembali maka yang bersangkutan tidak berhak mempunyai kartu anggota dan jaket kebesaran namun tetap bisa bergabung, hanya enam bulan kemudian harus di`ospek` kembali oleh para gegedugnya.
Bersyukur di Tarakan tidak ada genk motor, yang ada hanya club motor. Sehingga situasi di jalanan lebih aman dan tidak ada tindak criminal yang di lakukan anak motor. Satu lagi sebelum saya akhiri, perbedaan genk dan club motor adalah anggota genk bebas menggunakan berbagai macam merk motor dan harus di`ospek` bila mau menjadi anggota, sedangkan club motor anggotanya harus menggunakan merk motor yang sama sesuai dengan nama club dan tidak melalui acara ospek mengospek. Semoga di kota Tarakan tidak akan pernah ada yang namanya Genk Motor, agar selalu tertib.
Pengirim/Sumber Artikel : ABO. (abo_bimo@yahoo.co.id / mantan Moonraker dan XTC )
|