Hari Pendidikan Nasional
 Sekilas Info : 15 Desember 2012 : Dirgahayu Kota Tarakan ke - 15     27 November 2012 : Himbauan Kepada seluruh Masyarakat Kota Tarakan yang akan meninggalkan rumah / tempat tinggal dalam keadaan kosong, agar memeriksa kembali kompor dan alat-alat elektronik dalam keadaan aman, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan     21 November 2012 : Dihimbau kepada masyarakat yang akan meninggalkan rumah/ tempat tinggal dalam keadaan kosong, agar memeriksa kembali kondisi pintu dan jendela agar dalam keadaan terkunci rapat, untuk menghindari terjadinya tindakan yang tidak diharapkan.     15 November 2012 : Selamat Tahun Baru Islam 1434 Hijriah     15 November 2012 : Mari Kita Lakukan Gerakan Hemat Air, Hemat Listrik, dan Hemat Sumber Energi Untuk Generasi Yang Akan Datang.     15 November 2012 : Buanglah Sampah Yang Telah Dipilah Sesuai Tempat & Waktunya, Pukul 17.00 s/d 20.00 Wite.     31 Mei 2012 : Kota Tarakan Kembali Mendapat Penghargaan Wahana Tata Nugraha dengan kategori Kota Sedang Tahun 2012     24 Mei 2012 : Himbauan kepada seluruh pengendara jalan raya yang menggunakan kendaraan roda dua, roda empat, dan sejenisnya agar tidak menggunakan alat komunikasi seluler (handphone) saat mengemudi, karena dapat membahayakan keselamatan bersama.     23 Mei 2012 : Petenis Jia Jing Lu yang berasal dari China berhasil menjadi Juara dalam Bank Kaltim Walikota Open Tournament Women`s Circuit 2012     03 Mei 2012 : Pemerintah Kota Tarakan turut berbela sungkawa sedalam dalamnya, atas meninggalnya Menteri Kesehatan RI dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH.           
HUT RI

Menu Utama

SKPD

Info Pengunjung
Hits : 7952336
Tamu :
IP : 50.16.108.167


Terima kasih atas kunjungan Anda

Link Banner
Kota Tarakan
LPSE Kota Tarakan
MPLIK Kota Tarakan
Tarakan Tourism

  
  .:: Rubrik Kita ::.

KINERJA DEPARTEMEN KOPERASI & UKM, UNIT USAHA YANG MAKIN TERPURUK

21 Januari 2010 | dibaca 2250 kali | 1 komentar

Rubrik Kita - Artikel - KINERJA DEPARTEMEN KOPERASI & UKM,  UNIT USAHA YANG MAKIN TERPURUKBagi Bung Hatta," koperasi berfungsi untuk menyelenggarakan kemakmuran rakyat, dengan cara menyusun perekonomian sebagai usaha bersama, berdasarkan atas asas kekeluargaan".

Koperasi merupakan lembaga yang memiliki asas kerja sama antara anggota yang berusaha sebagai suatu keluarga. Semua anggota koperasi bersama-sama bertanggung jawab atas keselamatan koperasinya itu. Ibaratnya orang hidup bersama keluarganya, bertanggung jawab atas keselamatan rumah tangganya.

Apa yang dicita-citakan Hatta sejak dulu tidak mudah diimplementasikan. Pada masa kejayaan Orde Baru, pengembangan koperasi memang menjadi salah satu perhatian utama pemerintah. Ketika itu koperasi memang sempat tumbuh hingga ke tingkat desa. Melalui koperasi unit desa (KUD), masyarakat pedesaan mendapat berbagai bantuan mulai dari kemudahan mendapatkan kredit usaha, hingga pelayanan umum seperti membayar tagihan listrik dan membuka tabungan.

Dengan demikian, melalui pengelolaan yang benar, KUD dapat mendorong meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat setempat. Kini setelah masa reformasi dan era otonomi daerah perhatian pada koperasi mulai berkurang. Dimulai dari dihapuskannya Departemen Koperasi pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid. Koperasi yang dahulu memiliki departemen hingga kini hanya menjadi kantor kementerian negara.

Perubahan ini seakan memotong "tangan" dan "kaki" koperasi. Ketika masih berbentuk Departemen Koperasi, lembaga ini memiliki kantor-kantor suku dinas sampai ke tingkat kecamatan. Bandingkan dengan keadaan sekarang berada di bawah kantor kementerian, koperasi tidak memiliki struktur organisasi hingga ke kecamatan.

Ini menyebabkan koperasi tidak dapat menjalankan fungsinya secara efektif. Salah satu buktinya ialah semakin banyaknya jumlah KUD yang ditutup. Di Jambi misalnya, beberapa koperasi yang sebelumnya didirikan untuk mendukung pola Perkebunan Inti Rakyat (PIR) kini hampir setengahnya harus ditutup.

Selain masalah struktur organisasi tersebut, telah mulai terungkap bahwa KUD yang dahulu tampaknya ideal ternyata rawan korupsi. Para pengurus KUD memanfaatkan KUD sebagai ladang untuk dikorupsi.

Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah penyelundupan gula dan korupsi dengan terdakwa Ketua Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) Nurdin Halid.

Berbagai masalah tersebut membayangi Kantor Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah di bawah pimpinan Suryadharma Ali saat ini. Program-program yang dijalankan selama tahun pertama kepemimpinannya relatif tidak memiliki suara yang menggema di ruang publik media massa.

Ini disebabkan Kantor Menkop dan UKM belum menelurkan program yang mampu menjadi prioritas pemerintah saat ini. Di tengah melambungnya harga bahan bakar minyak dan naiknya harga-harga kebutuhan pokok, koperasi dan UKM yang sehat seharusnya berfungsi sebagai penawar yang sedikit menyejukkan. Sebab koperasi mampu membuat masyarakat kecil dan dunia usaha tingkat mikro, kecil, dan menengah menjadi berdaya. Namun sayangnya, fungsi tersebut belum dapat dilakukan oleh kantor kementerian ini.

Mengutip pendapat Didik J Rachbini, beberapa hal yang belum dilakukan oleh Kantor Kementerian Koperasi dan UKM dalam setahun ini, di antaranya adalah memenangkan opini publik, agar sektor ini mendapat dukungan yang luas.

Hal ini menyebabkan program-program di bidang koperasi dan UKM tidak menjadi prioritas program dalam kebijakan pemerintah saat ini. Akibatnya, porsi APBN untuk UKM dan koperasi tidak mengalami peningkatan. Anggaran untuk sektor UKM dan koperasi hanya cukup untuk membiayai aparat pemerintah dan sarana birokrasi yang menjalankan sektor ini. Ketiadaan anggaran berarti stagnasi dalam menjalankan program-program.

Ini membuat Menteri Koperasi dan UKM tidak cukup berhasil membangun iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya UKM dan koperasi. Pemberian akses informasi usaha bagi UKM dan koperasi, pemberian akses permodalan dan perluasan jaringan pemasaran, baik lokal maupun internasional belum mampu dilakukan secara maksimal oleh kementerian ini. Alasannya keterbatasan dana dan kekalahan dalam memperjuangkannya.

Memperjuangkan juga termasuk dalam bidang legislasi. Payung peraturan untuk UKM dan koperasi selama setahun ini tidak cukup memadai sehingga tidak banyak yang dapat dinilai atau dievaluasi.

Akan tetapi, keterbatasan dana sebenarnya dapat disiasati dengan mengajak serta perbankan dalam pendanaan UKM dan koperasi. Tetapi sejauh ini perbankan berjalan sendiri sebagaimana arah kebijakan internal individu masing-masing perbankan sendiri. Itu berarti ada kekosongan sentuhan kebijakan untuk sistem perkreditan yang perlu dikucurkan untuk UKM dan koperasi.

UMKM
Berbicara tentang koperasi, berarti terkait erat dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu angin segar yang dihembuskan oleh Kementerian Koperasi dan UKM adalah mengoordinasikan program pemberdayaan UKM pada lima departemen di tiga kabupaten sebagai proyek percontohan.

Kelima departemen itu adalah Departemen Kelautan dan Perikanan, Departemen Pertanian, Departemen Kehutanan, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Kementerian Negara Percepatan Pembangunan Kawasan Tertinggal.

Persoalan yang dihadapi UMKM saat ini antara lain banyaknya jumlah kredit konsumsi. Pesatnya pertumbuhan kredit mikro dan kecil pada sektor konsumsi pada dasarnya merupakan cerminan meningkatnya sifat konsumtif, terutama pada masyarakat golongan menengah ke bawah.

Persoalan lain yang patut pula menjadi catatan di sini adalah tidak lengkapnya data, terutama profil UMKM itu sendiri. Data yang tidak tersedia secara akurat itu meliputi data produk yang dihasilkan, pangsa pasar, omzet setiap tahun, jumlah tenaga kerja, peluang pasar, jenis dana bantuan, dan perkembangan setelah kucuran bantuan.

Akibatnya, banyak program pengembangan UMKM ini menjadi salah sasaran. Meskipun UMKM memiliki potensi tinggi untuk menyerap tenaga kerja, memberikan kemudahan dalam memulai mengembangkan usaha, namun kenyataannya banyak kendala, terutama sekali dalam mendapatkan bantuan modal merupakan persoalan klise yang dihadapi hampir semua UMKM.

Persoalan sulitnya mendapatkan bantuan modal disebabkan lembaga keuangan masyarakat dan perbankan sering kali terbentur ketidakjelasan status UMKM. Hingga saat ini ada sekitar 15 juta UMKM tidak memiliki status badan hukum.

Persoalan yang sama juga dihadapi koperasi di Indonesia. Di samping soal status, berbagai kendala lain yang dihadapi UMKM adalah persoalan penyaluran kredit ini muncul dan berkembang disebabkan lembaga keuangan masyarakat dan perbankan sering kali terbentur ketidakjelasan status UMKM. Hingga saat ini ada sekitar 15 juta UMKM tidak memiliki status badan hukum. Persoalan yang sama juga dihadapi koperasi di Indonesia.

Di samping soal status, berbagai kendala lain yang dihadapi UMKM adalah masalah pemasaran, pendidikan SDM yang rendah, manajemen yang masih tradisional, serta kualitas produk yang belum memadai, harus diatasi oleh pihak terkait di luar perbankan. Akibatnya, banyak UMKM tidak layak menerima kredit dari perbankan (non bankable)



Pengirim/Sumber Artikel :
Sumber: perpustakaan.bappenas.go.id/ Disadur Ulang oleh : Adrianinur, A.Md


kembali - index rubrik


Rubrik Tarakan - 5 (lima) Artikel sebelumnya :



Komentar :

[1] Nama : Ahmad Fuad
Tanggal & Waktu : 2013-03-01 02:33:25 [Ip Address: 110.138.240.57]

Komentar : Coba DINAS Terkait, Lebih INOVASI. dan kreatif. Jemput Bola di lapangan. BANYAK kok ANAK muda KOTA TARAKANA. dan Masayarakat KOTA TARAKAN pada Umumnya. Yang kreatif dan Inovatif. SAYA Sanggup Mengerjakannya. Kalau ada dukungan MORAL dan MATERIL dari PEMKOT TARAKAN, Terutama DINAS PerindagKopin- UMKM Kota TARAKAN.




Isi Komentar :

[ Gunakan Bahasa yang Sopan dan Tidak berunsur SARA, Subyektif, Individual, Fitnah, SPAM ]
Dalam pengisian nama gunakan abjad/hurup (a-z A-Z) tanpa angka (0-9) minimal 4 karakter

Nama (*): (25 karakter)
Komentar (*): (500 karakter)
Kode Image(*):    45989
Keterangan: (*) = harus diisi

  
Fans Facebook

Fans Facebook tarakankota.go.id

Selengkapnya


Kalender

Agenda Walikota
2013-05-17
Upacara Korpri

2013-05-17
Penanaman pohon 1 siswa 3 pohon

2013-05-17
Rapat pembentukan panitia dalam rangka persiapan manunggal TNI KB-Kesehatan tahun 2013

2013-05-17
Paparan hasil kajian kerjasama daerah di Kota Tarakan oleh Universitas Brawijaya Malang

2013-05-16
Rapat Berkenaan dengan pemasangan baleho


Selengkapnya

Info Harga Pasar
1. Lombok Keriting
Rp. 45.000 per Kg

2. Bawang Merah
Rp. 32.000 per Kg

3. Daging Ayam Pedaging
Rp. 35.000-45.000 per Kg

4. Bawang Putih
Rp. 20.000 per Kg

5. Ayam Pedaging
Rp. 30.000 per Kg/Bb

6. Lombok Kecil
Rp. 60.000 per Kg

7. Sirsak
Rp. 10.000-20.000 per Buah

8. Nenas
Rp. 5.000-20.000 per Buah

9. Telur Ayam Ras
Rp. 31.000-35.000 per Piring

10. Terong
Rp. 14.000 per Ikat

11. Buncis
Rp. 20.000 per Kg

12. Lombok Besar
Rp. 30.000 per Kg

13. Telur Itik Asin
Rp. 2.000 per Butir

14. PT Dedak
Rp. 4.000 per Kg

15. Kacang Hijau
Rp. 18.000 per Kg

16. PT Jagung Giling
Rp. 7.000 per Kg

17. Telur Ayam Kampung
Rp. 2.000 per Butir

18. Kacang Tanah
Rp. 20.000 per Kg

19. Pepaya
Rp. 10.000-20.000 per Buah

20. Jagung
Rp. 10.000 per Ikat

21. Telur Itik
Rp. 2.000 per Butir

22. PT Jagung Pipil
Rp. 6.000 per Kg

23. Telur Puyuh
Rp. 30.000 per Piring

24. PT Tepung Udang
Rp. 3.000 per Kg

25. SBW Pecahan
Rp. 1.000.000-1.500.000 per KG

26. SBW Mangkok Pilihan
Rp. 5.000.000-6.000.000 per KG

27. SBW Sudut
Rp. 2.000.000-3.500.000 per KG

28. SBW Mangkok
Rp. 3.500.000-5.000.000 per KG

29. Beras IR 64
Rp. 15.000 per Kg

30. Kambing
Rp. 1.500.000-3.000.000 per Ekor


Last Update :
04 Juni 2013


Selengkapnya

Kotak Pesan
2013-03-13 09:57:34
sular jo  
Semoga semakin maju kota Tarakan, sebagai mantan guru di Tarakan ( SMPN 5 Tarakan ) bangga dengan kemajuan Kota Tarakan. Sularjo di Surabaya Telp 081332457724

2013-03-11 11:44:43
ANHAR  
SAYA LULUSAN SARJANA BIOLOGI MEMBUTUHKAN SEKOLAH UNTUK MENGABDI DAN DEDIKASI SEBAGAI PENGEMBANGAN POTENSI PENDIDIKAN MERATA DI INDONESIA SEKARANG SAYA ADA DI BONTANG KALIMANTAN TIMUR. SAYA MOHON PERTIMBANGANNYA

2013-03-10 15:14:08
ahmad pasau  
ass. butuh informasi ni, aku lulusan S.1keguruan sedang ingin mencari pekerjaan, kalu ada yang butuh tenaga pengaja tolong di infokan, untuk wilayah tarakan dan bulungan, makasih

2013-03-06 10:17:31
Rusly  
kangen Kota BAIS, apa kabar teman-teman diskominfo?

2013-03-05 09:00:14
iriana  
apa solusi dari pemerintah tentang krisis listrik yg terjadi saat ini??


Selengkapnya

Pencarian
Google.Com Tarakan

Dikelola oleh Diskominfo Tarakan 2010
Jl. Kalimantan No.1 Telp.(0551)21620, 34304 Kota Tarakan - Kalimantan Utara - Indonesia
Best Viewed 1024 x 768 Pixel Enable Flash Macromedia Plugin
Waktu Akses: 0.254 detik