Hari Pendidikan Nasional
 Sekilas Info : 15 Desember 2012 : Dirgahayu Kota Tarakan ke - 15     27 November 2012 : Himbauan Kepada seluruh Masyarakat Kota Tarakan yang akan meninggalkan rumah / tempat tinggal dalam keadaan kosong, agar memeriksa kembali kompor dan alat-alat elektronik dalam keadaan aman, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan     21 November 2012 : Dihimbau kepada masyarakat yang akan meninggalkan rumah/ tempat tinggal dalam keadaan kosong, agar memeriksa kembali kondisi pintu dan jendela agar dalam keadaan terkunci rapat, untuk menghindari terjadinya tindakan yang tidak diharapkan.     15 November 2012 : Selamat Tahun Baru Islam 1434 Hijriah     15 November 2012 : Mari Kita Lakukan Gerakan Hemat Air, Hemat Listrik, dan Hemat Sumber Energi Untuk Generasi Yang Akan Datang.     15 November 2012 : Buanglah Sampah Yang Telah Dipilah Sesuai Tempat & Waktunya, Pukul 17.00 s/d 20.00 Wite.     31 Mei 2012 : Kota Tarakan Kembali Mendapat Penghargaan Wahana Tata Nugraha dengan kategori Kota Sedang Tahun 2012     24 Mei 2012 : Himbauan kepada seluruh pengendara jalan raya yang menggunakan kendaraan roda dua, roda empat, dan sejenisnya agar tidak menggunakan alat komunikasi seluler (handphone) saat mengemudi, karena dapat membahayakan keselamatan bersama.     23 Mei 2012 : Petenis Jia Jing Lu yang berasal dari China berhasil menjadi Juara dalam Bank Kaltim Walikota Open Tournament Women`s Circuit 2012     03 Mei 2012 : Pemerintah Kota Tarakan turut berbela sungkawa sedalam dalamnya, atas meninggalnya Menteri Kesehatan RI dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH.           
HUT RI

Menu Utama

SKPD

Info Pengunjung
Hits : 7950959
Tamu :
IP : 54.242.233.11


Terima kasih atas kunjungan Anda

Link Banner
Kota Tarakan
LPSE Kota Tarakan
MPLIK Kota Tarakan
Tarakan Tourism

  
  .:: Rubrik Kita ::.

Menjual Keperawanan

21 Oktober 2009 | dibaca 2254 kali | 3 komentar

Rubrik Kita - Cerpen - Menjual KeperawananWanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima . Sang petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang agak di pojok. Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang harus dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali waiter mendatanginya tapi, wanita itu hanya menggelengkan kepala. Mejanya masih kosong. Tak ada yang dipesan. Lantas untuk apa wanita itu duduk seorang diri. Adakah seseorang yang sedang ditunggunya.

Petugas satpam itu mulai berpikir bahwa wanita itu bukanlah tipe wanita nakal yang biasa mencari mangsa di hotel ini. Usianya nampak belum terlalu dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak. Sekitar usia remaja yang t engah beranjak dewasa. Setelah sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati meja wanita itu dan bertanya:

" Maaf, nona ... Apakah anda sedang menunggu seseorang? "

" Tidak! " Jawab wanita itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain.

" Lantas untuk apa anda duduk di sini?"

" Apakah tidak boleh? " Wanita itu mulai memandang ke arah sang petugas satpam..

" Maaf, Nona. Ini tempat berkelas dan hanya diperuntukan bagi orang yang ingin menikmati layanan kami."

" Maksud, bapak? "

" Anda harus memesan sesuatu untuk bisa duduk disini "

" Nanti saya akan pesan setelah saya ada uang. Tapi sekarang, izinkanlah saya duduk di sini untuk sesuatu yang akan saya jual " Kata wanita itu dengan suara lambat.

" Jual? Apakah anda menjual sesuatu di sini? "

Petugas satpam itu memperhatikan wanita itu. Tak nampak ada barang yang akan dijual. Mungkin wanita ini adalah pramuniaga yang hanya membawa brosur.

" Ok, lah. Apapun yang akan anda jual, ini bukanlah tempat untuk berjualan. Mohon mengerti. "

" Saya ingin menjual diri saya, " Kata wanita itu dengan tegas sambil menatap dalam-dalam kearah petugas satpam itu. Petugas satpam itu terkesima sambil melihat ke kiri dan ke kanan.

" Mari ikut saya, " Kata petugas satpam itu memberikan isyarat dengan tangannya.

Wanita itu menangkap sesuatu tindakan kooperativ karena ada secuil senyum di wajah petugas satpam itu. Tanpa ragu wanita itu melangkah mengikuti petugas satpam itu. Di koridor hotel itu terdapat kursi yang hanya untuk satu orang. Di sebelahnya ada telepon antar ruangan yang tersedia khusus bagi pengunjung yang ingin menghubungi penghuni kamar di hotel ini. Di tempat inilah deal berlangsung.

" Apakah anda serius? "

" Saya serius " Jawab wanita itu tegas.

" Berapa tarif yang anda minta? "

" Setinggi-tingginya. .

" Mengapa?" Petugas satpam itu terkejut sambil menatap wanita itu.

" Saya masih perawan "

" Perawan? " Sekarang petugas satpam itu benar-benar terperanjat. Tapi wajahnya berseri. Peluang emas untuk mendapatkan rezeki berlebih hari ini.. Pikirnya

" Bagaimana saya tahu anda masih perawan?"

" Gampang sekali. Semua pria dewasa tahu membedakan mana perawan dan mana bukan.. Ya kan ..."

" Kalau tidak terbukti? "

" Tidak usah bayar ..."

" Baiklah ..." Petugas satpam itu menghela napas. Kemudian melirik ke kiri dan ke kanan.

" Saya akan membantu mendapatkan pria kaya yang ingin membeli keperawanan anda. "

" Cobalah. "

" Berapa tarif yang diminta? "

" Setinggi-tingginya. "

" Berapa? "

" Setinggi-tingginya. Saya tidak tahu berapa? "

" Baiklah. Saya akan tawarkan kepada tamu hotel ini. Tunggu sebentar ya. "

Petugas satpam itu berlalu dari hadapan wanita itu. Tak berapa lama kemudian, petugas satpam itu datang lagi dengan wajah cerah.

" Saya sudah dapatkan seorang penawar. Dia minta Rp. 5 juta. Bagaimana? "

" Tidak adakah yang lebih tinggi? "

" Ini termasuk yang tertinggi, " Petugas satpam itu mencoba meyakinkan.

" Saya ingin yang lebih tinggi..."

" Baiklah. Tunggu disini ..." Petugas satpam itu berlalu. Tak berapa lama petugas satpam itu datang lagi dengan wajah lebih berseri.

" Saya dapatkan harga yang lebih tinggi. Rp. 6 juta rupiah. Bagaimana? "

" Tidak adakah yang lebih tinggi? "

" Nona, ini harga sangat pantas untuk anda. Cobalah bayangkan, bila anda diperkosa oleh pria, anda tidak akan mendapatkan apa apa. Atau andai perawan anda diambil oleh pacar anda, andapun tidak akan mendapatkan apa apa, kecuali janji. Dengan uang Rp. 6 juta anda akan menikmati layanan hotel berbintang untuk semalam dan keesokan paginya anda bisa melupakan semuanya dengan membawa uang banyak. Dan lagi, anda juga telah berbuat baik terhadap saya. Karena saya akan mendapatkan komisi dari transaksi ini dari tamu hotel. Adilkan. Kita sama-sama butuh ... "

" Saya ingin tawaran tertinggi ... " Jawab wanita itu, tanpa peduli dengan celoteh petugas satpam itu.

Petugas satpam itu terdiam. Namun tidak kehilangan semangat.

" Baiklah, saya akan carikan tamu lainnya. Tapi sebaiknya anda ikut saya. Tolong kancing baju anda disingkapkan sedikit. Agar ada sesuatu yang memancing mata orang untuk membeli. " Kata petugas satpam itu dengan agak kesal.

Wanita itu tak peduli dengan saran petugas satpam itu tapi tetap mengikuti langkah petugas satpam itu memasuki lift.

Pintu kamar hotel itu terbuka. Dari dalam nampak pria bermata sipit agak berumur tersenyum menatap mereka berdua.

" Ini yang saya maksud, tuan. Apakah tuan berminat? " Kata petugas satpam itu dengan sopan. Pria bermata sipit itu menatap dengan seksama ke sekujur tubuh wanita itu ...

" Berapa? " Tanya pria itu kepada Wanita itu.

" Setinggi-tingginya " Jawab wanita itu dengan tegas.

" Berapa harga tertinggi yang sudah ditawar orang? " Kata pria itu kepada sang petugas satpam.

" Rp.. 6 juta, tuan "

" Kalau begitu saya berani dengan harga Rp. 7 juta untuk semalam. " Wanita itu terdiam. Petugas satpam itu memandang ke arah wanita itu dan berharap ada jawaban bagus dari wanita itu.

" Bagaimana? " tanya pria itu.

"Saya ingin lebih tinggi lagi ..." Kata wanita itu. Petugas satpam itu tersenyum kecut.

" Bawa pergi wanita ini. " Kata pria itu kepada petugas satpam sambil menutup pintu kamar dengan keras.

" Nona, anda telah membuat saya kesal. Apakah anda benar benar ingin menjual? "

" Tentu! "

" Kalau begitu mengapa anda menolak harga tertinggi itu ... "

" Saya minta yang lebih tinggi lagi ..."

Petugas satpam itu menghela napas panjang. Seakan menahan emosi. Dia pun tak ingin kesempatan ini hilang. Dicobanya untuk tetap membuat wanita itu merasa nyaman bersamanya.

" Kalau begitu, kamu tunggu di tempat tadi saja, ya. Saya akan mencoba mencari penawar yang lainnya. "

Di lobi hotel, petugas satpam itu berusaha memandang satu per satu pria yang ada. Berusaha mencari langganan yang biasa memesan wanita melaluinya. Sudah sekian lama, tak ada yang nampak dikenalnya. Namun, tak begitu jauh dari hadapannya ada seorang pria yang sedang berbicara lewat telepon genggamnya.

" Bukankah kemarin saya sudah kasih kamu uang 25 juta Rupiah. Apakah itu tidak cukup? " Terdengar suara pria itu berbicara. Wajah pria itu nampak masam seketika

" Datanglah kemari. Saya tunggu. Saya kangen kamu. Kan sudah seminggu lebih kita engga ketemu, ya sayang?! "

Kini petugas satpam itu tahu, bahwa pria itu sedang berbicara dengan wanita. Kemudian, dilihatnya, pria itu menutup teleponnya. Ada kekesalan di wajah pria itu. Dengan tenang, petugas satpam itu berkata kepada Pria itu: " Pak, apakah anda butuh wanita ... ??? "

Pria itu menatap sekilas kearah petugas satpam dan kemudian memalingkan wajahnya.

" Ada wanita yang duduk disana, " Petugas satpam itu menujuk kearah wanita tadi. Petugas satpam itu tak kehilangan akal untuk memanfaatkan peluang ini.

"Dia masih perawan.."

Pria itu mendekati petugas satpam itu. Wajah mereka hanya berjarak setengah meter. " Benarkah itu? "

" Benar, pak. "

" Kalau begitu kenalkan saya dengan wanita itu ... "

" Dengan senang hati. Tapi, pak ...Wanita itu minta harga setinggi tingginya."

" Saya tidak peduli ... " Pria itu menjawab dengan tegas. Pria itu menyalami hangat wanita itu.

" Bapak ini siap membayar berapapun yang kamu minta. Nah, sekarang seriuslah ...." Kata petugas satpam itu dengan nada kesal.

" Mari kita bicara di kamar saja." Kata pria itu sambil menyisipkan uang kepada petugas satpam itu. Wanita itu mengikuti pria itu menuju kamarnya.

Di dalam kamar ...

" Beritahu berapa harga yang kamu minta? "

" Seharga untuk kesembuhan ibu saya dari penyakit "

" Maksud kamu? "

" Saya ingin menjual satu satunya harta dan kehormatan saya untuk kesembuhan ibu saya. Itulah cara saya berterima kasih .... "

" Hanya itu ..."

" Ya ...! "

Pria itu memperhatikan wajah wanita itu. Nampak terlalu muda untuk menjual kehormatannya. Wanita ini tidak menjual cintanya. Tidak pula menjual penderitaannya. Tidak! Dia hanya ingin tampil sebagai petarung gagah berani di tengah kehidupan sosial yang tak lagi gratis. Pria ini sadar, bahwa di hadapannya ada sesuatu kehormatan yang tak ternilai. Melebihi dari kehormatan sebuah perawan bagi wanita. Yaitu keteguhan untuk sebuah pengorbanan tanpa ada rasa sesal. Wanta ini tidak melawan gelombang laut melainkan ikut kemana gelombang membawa dia pergi. Ada kepasrahan diatas keyakinan tak tertandingi. Bahwa kehormatan akan selalu bernilai dan dibeli oleh orang terhormat pula dengan cara-cara terhormat.

" Siapa nama kamu? "

" Itu tidak penting. Sebutkanlah harga yang bisa bapak bayar ... " Kata wanita itu

" Saya tak bisa menyebutkan harganya. Karena kamu bukanlah sesuatu yang pantas ditawar. "

"Kalau begitu, tidak ada kesepakatan! "

" Ada ! " Kata pria itu seketika.

" Sebutkan! "

" Saya membayar keberanianmu. Itulah yang dapat saya beli dari kamu. Terimalah uang ini. Jumlahnya lebih dari cukup untuk membawa ibumu ke rumah sakit. Dan sekarang pulanglah ... " Kata pria itu sambil menyerahkan uang dari dalam tas kerjanya.

" Saya tidak mengerti ..."

" Selama ini saya selalu memanjakan istri simpanan saya. Dia menikmati semua pemberian saya tapi dia tak pernah berterima kasih. Selalu memeras. Sekali saya memberi maka selamanya dia selalu meminta. Tapi hari ini, saya bisa membeli rasa terima kasih dari seorang wanita yang gagah berani untuk berkorban bagi orang tuanya. Ini suatu kehormatan yang tak ada nilainya bila saya bisa membayar ..."

" Dan, apakah bapak ikhlas...? "

" Apakah uang itu kurang? "

" Lebih dari cukup, pak ... "

" Sebelum kamu pergi, boleh saya bertanya satu hal? "

" Silahkan ..."

" Mengapa kamu begitu beraninya ... "

" Siapa bilang saya berani. Saya takut pak ... Tapi lebih dari seminggu saya berupaya mendapatkan cara untuk membawa ibu saya ke rumah sakit dan semuanya gagal. Ketika saya mengambil keputusan untuk menjual kehormatan saya maka itu bukanlah karena dorongan nafsu. Bukan pula pertimbangan akal saya yang `bodoh` ... Saya hanya bersikap dan berbuat untuk sebuah keyakinan ... "

" Keyakinan apa? "

" Jika kita ikhlas berkorban untuk ibu atau siapa saja, maka Tuhan lah yang akan menjaga kehormatan kita ... " Wanita itu kemudian melangkah keluar kamar. Sebelum sampai di pintu wanita itu berkata:

" Lantas apa yang bapak dapat dari membeli ini ... "

" Kesadaran... "

Di sebuah rumah di pemukiman kumuh. Seorang ibu yang sedang terbaring sakit dikejutkan oleh dekapan hangat anaknya.

" Kamu sudah pulang, nak "

" Ya, bu ... "

" Kemana saja kamu, nak ... ???"

" Menjual sesuatu, bu ... "

" Apa yang kamu jual?" Ibu itu menampakkan wajah keheranan. Tapi wanita muda itu hanya tersenyum ... Hidup sebagai yatim lagi miskin terlalu sia-sia untuk diratapi di tengah kehidupan yang serba pongah ini. Di tengah situasi yang tak ada lagi yang gratis. Semua orang berdagang. Membeli dan menjual adalah keseharian yang tak bisa dielakan. Tapi Tuhan selalu memberi tanpa pamrih, tanpa perhitungan ....

" Kini saatnya ibu untuk berobat ... "

Digendongnya ibunya dari pembaringan, sambil berkata: " Tuhan telah membeli yang saya jual... ".

Taksi yang tadi ditumpanginya dari hotel masih setia menunggu di depan rumahnya. Dimasukannya ibunya ke dalam taksi dengan hati-hati dan berkata kepada supir taksi: " Antar kami kerumah Sakit ".

Pengirim/Sumber Cerpen :
ardiz / www.ardiz.blogspot.com


kembali - index rubrik


Rubrik Tarakan - 5 (lima) Cerpen sebelumnya :



Komentar :



Isi Komentar :

[ Gunakan Bahasa yang Sopan dan Tidak berunsur SARA, Subyektif, Individual, Fitnah, SPAM ]
Dalam pengisian nama gunakan abjad/hurup (a-z A-Z) tanpa angka (0-9) minimal 4 karakter

Nama (*): (25 karakter)
Komentar (*): (500 karakter)
Kode Image(*):    60472
Keterangan: (*) = harus diisi

  
Fans Facebook

Fans Facebook tarakankota.go.id

Selengkapnya


Kalender

Agenda Walikota
2013-05-17
Upacara Korpri

2013-05-17
Penanaman pohon 1 siswa 3 pohon

2013-05-17
Rapat pembentukan panitia dalam rangka persiapan manunggal TNI KB-Kesehatan tahun 2013

2013-05-17
Paparan hasil kajian kerjasama daerah di Kota Tarakan oleh Universitas Brawijaya Malang

2013-05-16
Rapat Berkenaan dengan pemasangan baleho


Selengkapnya

Info Harga Pasar
1. Lombok Keriting
Rp. 45.000 per Kg

2. Bawang Merah
Rp. 32.000 per Kg

3. Daging Ayam Pedaging
Rp. 35.000-45.000 per Kg

4. Bawang Putih
Rp. 20.000 per Kg

5. Ayam Pedaging
Rp. 30.000 per Kg/Bb

6. Lombok Kecil
Rp. 60.000 per Kg

7. Sirsak
Rp. 10.000-20.000 per Buah

8. Nenas
Rp. 5.000-20.000 per Buah

9. Telur Ayam Ras
Rp. 31.000-35.000 per Piring

10. Terong
Rp. 14.000 per Ikat

11. Buncis
Rp. 20.000 per Kg

12. Lombok Besar
Rp. 30.000 per Kg

13. Telur Itik Asin
Rp. 2.000 per Butir

14. PT Dedak
Rp. 4.000 per Kg

15. Kacang Hijau
Rp. 18.000 per Kg

16. PT Jagung Giling
Rp. 7.000 per Kg

17. Telur Ayam Kampung
Rp. 2.000 per Butir

18. Kacang Tanah
Rp. 20.000 per Kg

19. Pepaya
Rp. 10.000-20.000 per Buah

20. Jagung
Rp. 10.000 per Ikat

21. Telur Itik
Rp. 2.000 per Butir

22. PT Jagung Pipil
Rp. 6.000 per Kg

23. Telur Puyuh
Rp. 30.000 per Piring

24. PT Tepung Udang
Rp. 3.000 per Kg

25. SBW Pecahan
Rp. 1.000.000-1.500.000 per KG

26. SBW Mangkok Pilihan
Rp. 5.000.000-6.000.000 per KG

27. SBW Sudut
Rp. 2.000.000-3.500.000 per KG

28. SBW Mangkok
Rp. 3.500.000-5.000.000 per KG

29. Beras IR 64
Rp. 15.000 per Kg

30. Kambing
Rp. 1.500.000-3.000.000 per Ekor


Last Update :
04 Juni 2013


Selengkapnya

Kotak Pesan
2013-03-13 09:57:34
sular jo  
Semoga semakin maju kota Tarakan, sebagai mantan guru di Tarakan ( SMPN 5 Tarakan ) bangga dengan kemajuan Kota Tarakan. Sularjo di Surabaya Telp 081332457724

2013-03-11 11:44:43
ANHAR  
SAYA LULUSAN SARJANA BIOLOGI MEMBUTUHKAN SEKOLAH UNTUK MENGABDI DAN DEDIKASI SEBAGAI PENGEMBANGAN POTENSI PENDIDIKAN MERATA DI INDONESIA SEKARANG SAYA ADA DI BONTANG KALIMANTAN TIMUR. SAYA MOHON PERTIMBANGANNYA

2013-03-10 15:14:08
ahmad pasau  
ass. butuh informasi ni, aku lulusan S.1keguruan sedang ingin mencari pekerjaan, kalu ada yang butuh tenaga pengaja tolong di infokan, untuk wilayah tarakan dan bulungan, makasih

2013-03-06 10:17:31
Rusly  
kangen Kota BAIS, apa kabar teman-teman diskominfo?

2013-03-05 09:00:14
iriana  
apa solusi dari pemerintah tentang krisis listrik yg terjadi saat ini??


Selengkapnya

Pencarian
Google.Com Tarakan

Dikelola oleh Diskominfo Tarakan 2010
Jl. Kalimantan No.1 Telp.(0551)21620, 34304 Kota Tarakan - Kalimantan Utara - Indonesia
Best Viewed 1024 x 768 Pixel Enable Flash Macromedia Plugin
Waktu Akses: 0.052 detik