HomeBerita & InformasiSekilas TarakanPemerintahanFasilitas KotaPotensi DaerahProduk HukumGaleri FotoDownloadRagam |
SekretariatBadanDinasKantorKecamatanKelurahan |
Hits : 7835241Tamu : IP : 72.44.48.122
Terima kasih atas kunjungan Anda |
 | |
Penyebab Kelemahan Berita22 Oktober 2008 | dibaca 2210 kali | 0 komentar Beberapa Kemungkinan Penyebab
Kelemahan Pemberitaan
Kemungkinan kelemahan, atau ketidaklengkapan, atau ketidakberimbangan pemberitaan media pers kita dapat diakibatkan oleh hal-hal berikut:
1. Penyusun berita kurang memahami permasalahan yang dibahas narasumber karena tidak lebih dulu mempelajari materi latar belakang (background information) seperti dari kliping, arsip, atau pustaka lainnya.
2. Kurang gencar melakukan wawancara dengan sebanyak mungkin narasumber yang relevan.
3. Kurang bernalar kritis dalam mengikuti permasalahan atau pernyataan yang hendak diberitakan sehingga ”kurang berminat” untuk bertanya secara gencar kepada narasumber.
4. Tidak mempunyai cukup waktu, antara lain karena terlalu banyak berita yang harus ia ”kejar.”
5. Hubungannya dengan narasumber terlalu dekat sehingga tidak ada jarak antara wartawan tersebut dengan narasumber. ”Hubungan sebagai sahabat” seperti ini dapat mengakibatkan pemberitaan wartawan tersebut tidak objektif dan tidak komprehensif. Hubungan seperti ini dapat diakibatkan antara lain oleh penyediaan ”amplop” secara reguler oleh narasumber.
6. Menganggap narasumber yang berposisi ”kuat” dan ”berpengaruh” secara politis dan sosial ”pasti paling kredibel” dan pandangannya ”pasti benar.” Bila mereka melancarkan tuduhan atau kecaman, pihak yang dituduh atau dikecam dianggap tidak penting untuk dimintai klarifikasi atau reaksinya.
7. Gaji serta fasilitas kerja wartawan dan honorarium koresponden tidak memadai.
Atmakusumah Astraatmadja
Pengajar Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) sejak 1992 dan ketua Dewan Pengurus Voice of Human Rights (VHR) News Centre sejak 2005. Mantan ketua Dewan Pers independen (2000—2003), ketua Tim Ombudsman Harian Kompas (2000—2003), direktur eksekutif LPDS (1994—2002), staf U.S. Information Service (USIS) di Jakarta (1974—1992), wartawan dan kemudian redaktur pelaksana harian Indonesia Raya (1968—1974)
Pengirim/Sumber Artikel : Micko PDE
|
kembali - index rubrik
Rubrik Tarakan - 5 (lima) Artikel sebelumnya :
Komentar :
Isi Komentar :[ Gunakan Bahasa yang Sopan dan Tidak berunsur SARA, Subyektif, Individual, Fitnah, SPAM ] Dalam pengisian nama gunakan abjad/hurup (a-z A-Z) tanpa angka (0-9) minimal 4 karakter |
|
| |
Selengkapnya |
Selengkapnya |
Selengkapnya |
|